Pengamatan mikroskopis dan makroskopis

Pengamatan mikroskopis dan makroskopis

Posting Komentar. Mei 27, Indonesia merupakan negara tropis yang kaya akan keanekaragaman jenis tumbuhan. Diantara jenis-jenis tumbuhan tersebut ada tumbuhan yang dapat digunakan sebagai obat. Orang-orang dulu meyakini bahwa tumbuhan tersebut memiliki khasiat obat karena penyakit dan naluri untuk mempertahankan hidup. Walaupun dalam bentuk yang sederhana, namun khasiatnya tidak diragukan lagi Agromedia, Identifikasi secara makroskopis maupun mikroskopis dan komposisi sediaan simplisia penting untuk dilakukan.

Berdasarkan hal itu, kita dituntut untuk dapat mengenali bentuk morfologi ataupun anatomi serta kandungan kimia dari suatu simplisia. Tumbuhan yang akan dilakukan uji yaitu saluang belum.

Bagian dari tanaman yang dipakai yaitu akarnya. Tumbuhan ini terdapat di hutan gambut tropika Kalimantan tengah. Kandungan kimianya yaitu steroid dan flavonoid.

pengamatan mikroskopis dan makroskopis

Tumbuhan ini memiliki khasiat untuk kejantanan laki-laki. Soegiharjo, Morfologi dari saluang belum yaitu sistem perakarannya tunggang.

Merupakan sistem akar tunggang karena akar lembaga tumbuh terus menjadi akar pokok yang bercabang—cabang menjadi akar—akar yang lebih kecil. Bagian batangnya bengkok atau bersudut, agak kecil, bercabang rendah tajuknya tidak beraturan, cabang—cabangnya rapat, dahan—dahannya kecil dan bersudut tajam, bagian yang lebih tua berbentuk bulat, bewarna hijau tua, polos, berbintik—bintik di ketiak daun. Durinya pendek kaku, berbentuk seperti cundrik, berwarna hitam, ujungya berwarna coklat dan panjangya 0,2—1 cm.

Arah tumbuh batang tegak lurus erectus dan percabangannya monopodial. Merupakan batang berkayu lignosus dengan bentuk bulat. Daunnya terpencar atau silih berganti, bertangkai, berdaun satu, bentuknya bulat telur, ujungnya tumpul, berbau sedap, berwarna hijau kuning. Tangkai daun bersayap lebar, hampir menyerupai daun, berwarna hijau kuning Roskov et al, Tujuan praktikum ini yaitu untuk memahami dan melakukan uji pendahuluan komponen kimia bahan alam serta pemeriksaan secara makroskopik dan mikroskopik.

Uji pendahuluan komponen kimia bahan alam adalah suatu uji dengan mengamati golongan senyawa kimia yang terdapat dalam suatu simplisia tumbuhan. Uji ini digunakan untuk membuktikan ada tidaknya senyawa kimia tertentu dalam tumbuhan untuk dapat dikaitkan dengan aktivitas biologinya.

Sehingga dapat membantu langkah-langkah fitofarmakologi untuk kandungan kimia berkhasiat obat Artini, Metabolit sekunder adalah senyawa yang tidak essensial bagi pertumbuhan mikroorganisme dan ditemukan dalam bentuk yang unik pada setiap spesies. Fungsi metabolit sekunder yaitu agar dapat berinteraksi dengan lingkungannya. Untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder maka dilakukan suatu uji kualitatif yang dikenal dengan uji pendahuluan.

PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI 8 -- Pemeriksaan Jamur secara Makroskopis dan Mikroskopis -- S1

Pada uji tersebut, dapat diketahui kandungan senyawa dengan adanya perubahan warna atau terbentuknya endapan dan bisa juga dengan terbentuknya lapisan pada pengujian Agromedia, Bagian dari tanaman yang dipakai yaitu kayunya. Tumbuhan ini memiliki khasiat untuk kejantanan laki-laki Soegiharjo, Klasifikasi tumbuhan saluang belum yaitu sebagai berikut:. Bagian batangnya bengkok atau bersudut, agak kecil, bercabang rendah tajuknya tidak beraturan, cabang—cabangnya rapat, dahan—dahannya kecil dan bersudut tajam, bagian yang lebih tua berbentuk bulat, bewarna hijau tua, polos, berbintik — bintik di ketiak daun.

Alkaloid merupakan senyawa nitrogen organik, lazimnya merupaka bagian cicncin heterosiklik, bersifat basa, sering bersifat optis aktif dan kebanyakan berbentuk kristal.To browse Academia.

Skip to main content. Log In Sign Up. Download Free PDF. Kelompok Mikro1. Download PDF. A short summary of this paper. Bakteri yang berbentuk tongkat maupun kokus dibagi menjadi beberapa macam. Pada bentuk basil pembagiannya yaitu basil tunggal, diplobasil, dan tripobasil. Sedangkan pada coccus dibagi menjadi monococcus, diplococcus, sampai stophylococcus. Pewarnaan Gram atau metode Gram adalah salah satu teknik pewarnaan yang paling penting dan luas yang digunakan untuk mengidentifikasi bakteri.

Dalam proses ini, olesan bakteri yang sudah terfiksasi dikenai larutan-larutan berikut: zat pewarna kristal violet, larutan yodium, larutan alkohol bahan pemucatdan zat pewarna tandingannya berupa zat warna safranin atau air fuchsin. Metode ini diberi nama berdasarkan penemunya, ilmuwan Denmark Hans Christian Gram — yang mengembangkan teknik ini pada tahun untuk membedakan antara pneumokokus dan bakteri Klebsiella pneumoniae.

pengamatan mikroskopis dan makroskopis

Bakteri yang terwarnai dengan metode ini dibagi menjadi dua kelompok, yaitu bakteri Gram Positif dan Bakteri Gram Negatif. Bakteri Gram positif akan mempertahankan zat pewarna kristal violet dan karenanya akan tampak berwarna ungu tua di bawah mikroskop. Adapun bakteri gram negatif akan kehilangan zat pewarna kristal violet setelah dicuci dengan alkohol, dan sewaktu diberi zat pewarna tandingannya yaitu dengan zat pewarna air fuchsin atau safranin akan tampak berwarna merah.

Perbedaan warna ini disebabkan oleh perbedaan dalam struktur kimiawi dinding selnya. Bakteri yang hidup hampir tidak berwarna dan kontras dengan air, dimana sel-sel bakteri tersebut disuspensikan.

Salah satu cara untuk mengamati bentuk sel bakteri sehingga mudah untuk diidentifikasi ialah dengan metode pengecatan atau pewarnaan. Hal tersebut juga berfungsi untuk mengetahui sifat fisiologisnya yaitu mengetahui reaksi dinding sel bakteri melalui serangkaian pengecatan Mikroorganisme sulit dilihat dengan mikroskop cahaya, karena tidak mengadsorpsi ataupun membiaskan cahaya. Alasan inilah yang menyebabkan zat warna digunakan untuk mewarnai mikroorganisme ataupun latar belakangnya.

Zat warna mengadsorpsi dan membiaskan cahaya sehingga kontras mikroorganisme disekelilingya ditingkatkan. Penggunaan zat warna memungkinkan pengamatan struktur sel seperti spora dan bahan infeksi yang mengandung zat pati dan granula fosfat. Pewarnaan yang digunakan untuk melihat salah satu struktur sel disebut pewarnaan khusus. Sedangkan pewarnaan yang digunakan untuk memilahkan mikroorganisme disebut pewarnaan diferensial yang memilahkan bakteri menjadi kelompok gram positif dan gram negatif.

Pewarnaan diferensial lainnya ialah pewarnaan ziehl neelsen yang memilihkan bakterinya menjadi kelompok- kelompok tahan asam dan tidak tahan asam Dwidjoseputro. Berhasil tidaknya suatu pewarnaan sangat ditentukan oleh waktu pemberian warna dan umur biakan yang diwarnai umur biakan yang baik adalah 24 jam. Umumnya zat warna yang digunakan adalah garam-garam yang dibangun oleh ion-ion yang bermuatan positif dan negatif dimana salah satu ion tersebut berwarna.To browse Academia.

Skip to main content. Log In Sign Up. Download Free PDF. Download PDF. A short summary of this paper. Latar Belakang Jamur merupakan mahkluk hidup yang tidak dapat membuat makanannya sendiri oleh karena itu mereka bersifat saprofit atau parasit. Jamur banyak ditemukan ditempat yang lembab dan kaya zat organik, misalnya di kayu yang lapuk, di roti yang basi, dll. Jamur ada yang bersifat merugikan dan juga menguntungkan. Jamur yang merugikan adalah jamur yang menguraikan makanan kita sehingga membusuk, namun dengan sifat pengurai tersebut jamur dapat membuat bahan organik terurai dan tidak memenuhi alam kita dengan sampah organik.

Jamur juga sudah banyak dimanfaatkan untuk fermentasi makanan misal pada tempe yang menggunakan Saccharomyces cereviceae. Oleh karena itu, dengan mempelajari bagian-bagian jamur yang ada pada makanan seperti tempe, roti, dan apel akan sangat membantu kita agar dapat memanfaatkan jamur tersebut lebih baik. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat ditarik benang merah yang menjadi permasalahan pokok, yaitu : 1. Bagaimanakah struktur tubuh jamur yang ada pada tempe?

Bagaimanakah struktur tubuh jamur yang ada pada roti? Bagaimana struktur tubuh jamur yang ada pada apel? Untuk struktur tubuh jamur yang ada pada tempe 2. Untuk struktur tubuh jamur yang ada pada roti 3.

pengamatan mikroskopis dan makroskopis

Dapat mengetahui struktur tubuh jamur yang ada pada tempe 2. Dapat mengetahui struktur tubuh jamur yang ada pada roti 3. Observasi ii. Eksperimen atau penelitian iii.

Jamur Jamur merupakan organisme eukariotik dan hampir emua bersel banyak. Sel-sel jamur tidak mengandung pigmen fotosintetik sehingga heterotrof. Jamur bersifat talus yaitu tidak memiliki akar, batang, daun sejati.Posting Komentar. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyajian Proposal ini masih jauh dari kata sempurna, baik dari segi susunan maupun bahasa dan isi yang terkandung didalamnya. Hal ini disebabkan keterbatasan penulis dalam hal kemampuan.

Oleh karena itu penulis harapkan saran dan kritik dari pembaca yang bersifat membangun untuk kesempurnaan penulisan Proposal ini. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:. Bapak Drs. Purba, selaku ketua Yayasan Sari Mutiara Medan.

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI PENGAMATAN MIKROSKOPIS DAN MAKROSKOPIS KOLONI BAKTERI

Ibu Dra. Ganda M. Bapak Dr. Nasution, MPS, Apt, selaku pembimbing yang telah banyak memberikan arahan serta masukan dalam menulis Proposal ini. Fanny Lumban Tobing serta staff dan pegawai yang telah banyak membantu penulis dalam menyelesaikan Proposal ini. Kedua orang tua tercinta, Bapak H. Pangaribuan dan Ibu R. Abang, Kakak dan adek saya yang tercinta yang memberikan semangat dan doa terhadap penulis.

Akhir kata penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak membantu dalam menyusun Proposal ini. Semoga Tuhan selalu melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita. Medan, Desember Lisnaida Pangaribuan.

BAB I. Indonesia merupakan salah satu penghasil tanaman obat yang potensial dengan keanekaragaman yang dimilikinya. Keanekaragaman hayati Indonesia menempati urutan ketiga setelah Brazil dan Zaire. Bila dilihat dari keanekaragaman floranya, cukup banyak jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Beragam jenis senyawa kimia yang terkandung dalam tumbuhan akan berhubungan dengan khasiat dan manfaat yang dimilikinya.

Upaya pencarian tumbuhan berkhasiat obat telah lama dilakukan, baik untuk senyawa baru maupun menambah keanekaragaman senyawa yang telah ada.

Pencarian tersebut dilakukan dengan berbagai pendekatan seperti cara Empiris, Etnobotani, Etnofatmakologi. Hasil pencarian dan penelitian tersebut kemudian dilanjutkan dengan upaya pengisolasian senyawa murni dan pembuatannya turunannya sebagai bahan dasar obat modern atau pembuatan ekstrak untuk obat fitofarmaka.

Pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan berkhasiat obat merupakan warisan nenek moyang sejak dahulu kala. Tumbuhan obat digunakan dalam waktu kurun waktu yang cukup lama hampir di seluruh dunia. Di Indonesia obat tradisional yang berasal dari tumbuhan berupa simplisia dan jamu yang dimanfaatkan sebagai obat untuk menjaga kesehatan dan kecantikan.

Obat-obatan yang berasal dari tumbuhan fitomodren dinyatakan berkhasiat baik apabila mempunyai :. Mempunyai bukti farmakologis. Mempunyai bukti kemujaraban khasiat effcacy.Posting Komentar. Disusun oleh:. Yogi Septian Hamdani Fitri Ayu Nandasari Elliza Yuliani Karinda Maya Bella Savira Mawadah Iga Salsabila Nanda Nur Erlyani Sinta Miyah Firanda Sari BAB I.

Latar belakang. Koloni bakteri tiap spesies berbeda, koloni bakteri sendiri merupakan kumpulan dari bakteri sehingga terbentuk suatu kelompok. Bakteri sering digunakan, sehingga penting untuk mempelajari morfologi koloni bakteri, karena bila bakteri dinokulasikan dan ditumbuhkan pada suatu media maka bakteri itu akan menunjukkan sifat-sifatnya. Sehingga bila sudah diketahui morfologi bakteri maka sel-sel bakteri dapt dipisahkan sehingga sel tumbuh menjadi koloni pada mediumnya masing-masing.

Pada percobaan yang dilakukan, morfologi yang diamati adalah Eschericia coli, Bascillus subtils, Staphylococus aureus, Pseudomonas aeruginosa. B akteri tersebut diamati pada 4 medium yaitu petri dish, agar miring, agar cair brothdan agar tegak. Parameter yang diamati adalahan pertumbuhan dan kebutuhan oksigen, bentuk koloni, ukuran, elevasi, margin, dan warna koloni. Rumusan masalah. Adapun rumusan masalah pada praktikum kali ini adalah sebagai berikut :.

Bagaimana cara untuk melakukan pengamatan morfologi mikroba secara makroskopik? Bagaimana cara untuk melakukan pengamatan morfologi mikroba secara mikroskopik? Bagaimana cara mengetahui kebutuhan oksigen dari masing-masing bakteri?

Adapun tujuan praktikum kali ini adalah sebagai berikut :. Mengetahui perbedaan koloni Eschericia coliBascillus subtilis, Staphylococus aureus, Pseudomonas aeruginosa. Mengetahui kebutuhan oksigen dari masing-masing bakteri. Mengetahui bentuk bakteri dan gram dari masing-masing bakteri.

pengamatan mikroskopis dan makroskopis

Adapun manfaat setelah melakukan praktikum ini diharapkan mahasiswa :. Mampu melakukan pengamatan morfologi mikroba secara makroskopik.

Mampu melakukan pengamatan morfologi mikroba secara mikroskopik. Mampu mengetahui jenis gram masing-masing bakteri. BAB II. Bakteri adalah organisme prokariotik yang umumnya tidak mempunyai klorofil, dan produksi seksualnya terjadi melalui pembelahan sel. Bakteri pada umumnya merupakan makhluk hidu[ yang memiliki DNA, akan tetapi DNA bakteri pada umumnya bakteri tidak berada pada nukleus yang juga tidak mempunyai membran sel. DNA ekstrakromosomal dari bakteri tergabung menjadi satu plasmid yang berbentuk kecil dan sirkuler Jawetz, Identifikasi Bakteri.Post a Comment.

Saturday, September 21, Laporan Mikrobiologi Pengamatan Jamur Mikroskopis. By: Chemical Engineer on Latar Belakang. Diantara tumbuhan rendah, maka golongan ganggang alga dan golongan fungi merupakan kelanjutan dari golongan bakteri. Golongan ganggang itu langsung nebjadi keelanjutan bakteri hal ini masih sangat sulit untuk ditentukan.

Peninjauan secara morfologi dan fisiologi menemukan suatu golongan bakteri, yaitu ordo chlamydobacterials. Yang dapat dipandang sebagai pangkal pertumbuhan golongan ganggang. Hal ini dapat diketahui dari sifat-sifat mengenai adanya lapisan lendir yang menyelubungi tubuh organisme tersebut.

Akan tetapi perkembangbiakannya menggunakan konidia dan hal ini lebih mendekati sifat-sifat fungi Waluyo, Ada juga suatu fenomena yang menyebabkan orang menganggap bahwa jamur itu sebenarnya ganggang yang kehilangan klorofil.

Hal ini jelas nampak pada golongan ganggang hijau dalam hubungannya dengan jamur ganggang Phycomycetes Dwidjoseputro, Golongan jamur itu demikian luasnya, sehingga penguasaannya dibidang ilmu pengetahuan memerlukan keahlian tersendiri, dibidang itu disebut mikologi. Hanya jamur-jamur tingkat rendah mikro fungi masuk bidang mikrobiologi Dwidjoseputro, Golongan jamur mencakup lebih dari pada spesies.

Jumlah ini jauh melebihi jumlah spesies bekteri. Tentang klasifikasi belum ada kesatuan pendapat yang menyeluruh di antara para sarjana taksonomi.

Bakteri dan jamur merupakan golongan tumbuh-tumbuhan yang tubuhnya tidak mempunyai differensial Swidjoseputro, Oleh karena itu dilakukan uji pengamatan jamur mikroskopis ini agar para praktikan dapat mengetahui jenis-jenis fungi mikroskopis, mengetahui perbedaan struktur morfologi fungi aniseluler dan fungi berfilamen.

Istilah jamur atau fungi selau dikaitkan dengan suatu penyakit. Karena memang masih kurang difahami masyarakat luas. Fungi ada yang menguntungkan, ada pula yang merugikan.Laporan Praktikum ini merupakan kelanjutan dari Laporan Praktikum yang pernah admin bahas minggu lalu, laporan ini admin susun dari berbagai sumber agar informasi yang di berikan lebih banyak.

Indonesia yang berada pada daerah tropis, memiliki keadaan iklim yang stabil pada tiap tahunnya, sehingga menyebabkan terbentuknya habitat dan relung yang lebih banyak jika dibandingkan dengan bioma lainnya. Indonesia mempunyai pulau yang bervariasi, mulai dari yang sempit sampai dengan yang luas, dari dataran rendah sampai berbukit hingga pegunungan tinggi yang mampu menunjang kehidupan flora, fauna, dan mikroba yang beraneka ragam, termasuk pula jamur.

Sebagian besar jamur hidup sebagai parasit, bersifat saprofit, memiliki simbiosis mutualisme, dan membentuk lichenes. Jamur merupakan salah satu keunikan yang memperkaya keanekaragaman jenis makhluk hidup. Secara alamiah jamur banyak dijumpai pada tempat dengan kondisi ligkungan yang lembap. Jamur memerlukan kondisi lingkungan yang kurang cahaya matahari karena jamur merupakan jenis tumbuhan yang bersifat fototropisme negatif yang berarti tidak menyukai cahaya.

Jamur merupakan organisme eukariotik, berspora, tidak berklorofil. Tubuhnya terdiri dari benang-benang yang disebut hifa. Hifa dapat membentuk anyaman bercabang- cabang yang disebut miselium. Jamur terbagi atas jamur makroskopis dan jamur mikroskopis. Pada praktikum kali ini kita akan mengidentifikasi jamur secara mikroskopis dan makroskopis. Jamur merupakan tanaman yang tidak memiliki klorofil sehingga tidak dapat melakukan proses fotosintesis untuk menghasilkan makanan sendiri.

LAPORAN BIOLOGI (PENELITIAN JAMUR MIKROSKOPIS DAN MAKROSKOPIS)

Jamur hidup dengan cara mengambil zat-zat makanan seperti selulosa, glukosa, lignin, protein dan senyawa pati dari organisme lain. Di alam, zat-zat nutrisi tersebut biasanya telah tersedia dari proses pelapukan oleh aktivitas mikroorganisme Parjimo, dan Nunung, Menurut Pasaribujamur dapat tumbuh diantara jasad hidup biotik atau mati abiotikdengan sifat hidup heterotrof organisme yang hidupnya tergantung dari organisme lain dan saprofit organisme yang hidup pada zat organik yang tidak diperlukan lagi atau sampah.

Menurut Agriosjamur adalah organisme kecil, umunya mikroskopis, eukariotikberupa filament beningbercabang, menghasilkan spora, tidak mempunyai klorofil, dan mempunyai dinding sel yang mengandung kitin, selulosa atau keduannya. Sebagian besar dari Beberapa diantaranya lebih kurang 50 spesies, menyebabkan penyakit pada manusia, dan lebih kurang sebanyak itu menyebabkan penyakit pada hewan, sebagian besar dari pada itu berupa penyakit yang tidak berarti pada kulit atau anggota tubuh.

Akan tetapi, lebih dari 8. Semua tumbuhan diserang oleh beberapa jenis jamur, dan setiap jenis parasit dapat menyerang satu atau banyak jenis tumbuhan. Menurut Zedanjumlah spesies jamur yang sudah diketahui hingga kini adalah kurang lebih Dan menurut Rifai di Indonesia terdapat kurang lebih Indonesia memiliki kekayaan akan diversitas tumbuhan dan hewan juga memiliki diversitas fungi yang sangat tinggi mengingat lingkungannya yang lembab dan suhu tropis yang mendukung pertumbuhan fungi Gandjar, Menurut Achmadjamur merupakan salah satu organisme tingkat rendah yang tidak berklorofil yang memiliki tubuh buah berukuran besar sehingga dapat diamati dengan mata secara langsung.

Bentuk tubuh buah yang tampak umumnya seperti payung. Tubuhnya terdiri atas bagian yang tegak yang berfungsi sebagai penyangga dan tudung. Tudung berbentuk mendatar atau membulat. Bagian tubuh yang lainnya adalah jaring-jaring dibawah permukaan media tumbuh berupa miselia yang tersusun dari berkas hifa.

Morfologi jamur bervariasi didasarkan pada bentuk tudungnya. Tubuh jamur dapat berupa sel-sel yang lepas satu sama lain atau berupa beberapa sel yang bergandengan dan dapat berupa benang. Helai benang itu disebut hifa, hifa jamur ada yang bersekat-sekat dan ada pula yang tidak memiliki sekat. Pada umumnya hifa ini menghasilkan alat-alat perkembangbiakan yang disebut spora Heddy,


thoughts on “Pengamatan mikroskopis dan makroskopis”

    -->

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *